Minggu, 29 Januari 2012

Mendongkrak Budidaya Singkong

Singkong merupakan sumber pangan alternatif yang mengandung kadar gizi relatif sama dengan beras maupun gandum. Pernyataan ini berdasarkan analisa yang dilihat dalam 100 gram bahan pangan, gizi dalam bentuk tepung kadar karbohidrat beras 78,80 gram, terigu 69,32 gram, dan singkong 86,90 gram. sedangkan energi/kalori beras 364 kkal, terigu 365 kkal, dan singkong 362 kkal.

Budidaya singkong merupakan salah satu usaha pertanian yang cukup menjanjikan, mengingat kandungan gizi yang dijelaskan diatas. Selain itu permintaan produk turunan dari singkong semakin banyak, sehingga diprediksi harga singkong akan semakin melonjak. Produk turunan singkong yang serbaguna contohnya tapioka, mokaf, bioethanol, gula cair, saus, pakan ternak, dan lainnya.

Wayan Supadno, Formulator pupuk hayati, Bioorganik, dan Hormon, dan juga Kabid Litjianbang Masyarakat Pertanian Organik (Maporina), meyakini bahwa hanya singkong organik yang bakal melaju pesat di pasar Eropa dan negara maju, karena standar pasar itu harus organik dengan konsekuensi harganya juga harus beda.

Harus disadari, kata wayan, pada umumnya petani inginnya modal rendah, tapi hasilnya melimpah dan tanah tetap subur. Kondisi ini menurutnya sangatlah mustahil terjadi, apalagi singkong merupakan tanaman yang banyak menyedot unsur hara. Hara tanah dikuras terus menerus, hingga akhirnya tinggal ampasnya saja. Karena itu manajemen pengelolaan budidaya singkong, bila dilakukan dengan baik dan benar maka kan memberikan hasil yang melimpah.

Bagaimana teknik budidaya singkong yang diharapkan mampu memberikan hasil yang berlimpah..........?

Berikut adalah sedikit cuplikan penjelasan tentang teknik budidaya singkong dari Wayan Supadno dengan sistem organik yang tidak merusak tanah dan dapat mempertahankan kondisi tanah tetap baik.....

Bibit singkong yang telah siap tanam, direndam dalam larutan hormon auksin yang bisa merangsang keluarnya akar dan tunas, hormon sitokinin, giberelin, dan kolkisin, yang dapat membelah sel hingga berlipat ganda yang akhirnya dapat membengkakkan umbi. Kemudian perlu suplai pupuk hayati dan organik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan C-Organik, dan kebutuhan akan multimikroba yang dapat melarutkan pospat dan mengikat nitrogen.

 3(tiga) langkah teknik budidaya singkong sistem organik yang perlu diterapkan :
1. Suplai pupuk kadar C-organik tinggi, jika wujudnya cair kadar C-organik harus > 20%, bukan 20 ppm tapi 20000 ppm, jika wujudnya padat > 25%, bukan 25 ppm tapi 25000ppm, C/N ratio > 15.
2. Perkaya biang multimikroba yang koloninya > 10 pangkat 6Cfu/ml
3. Pacu/rangsang dengan multihormon/ZPT agar bekerja sinergis.